PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang humanis dan berkarakter, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adabiyah 1 Palembang resmi mematangkan langkah untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Inovasi kurikulum ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang penuh kasih sayang, pengasuhan positif, serta pembentukan akhlak mulia bagi seluruh peserta didik.
Kurikulum Berbasis Cinta mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penghormatan antar sesama ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pendekatan ini berfokus pada kesejahteraan emosional siswa (well-being), sehingga kegiatan belajar-mengajar tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademis, tetapi juga membentuk karakter santun, peduli, dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari tahapan persiapan, MI Adabiyah 1 Palembang melatih para pendidik untuk menerapkan metode pengasuhan berbasis pendekatan kognitif dan emosional. Langkah ini dilakukan agar guru dapat menjadi teladan sekaligus fasilitator yang menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Pendidikan bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan menanamkan nilai-nilai kasih sayang yang memanusiakan manusia. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, kami ingin menjadikan MI Adabiyah 1 Palembang sebagai rumah kedua yang aman dan membahagiakan bagi tumbuh kembang anak-anak,” ujar perwakilan pimpinan MI Adabiyah 1 Palembang.
Melalui kesiapan infrastruktur, kapasitas pengajar, dan sinergi dengan wali murid, MI Adabiyah 1 Palembang optimis implementasi kurikulum ini akan melahirkan generasi cerdas berakhlak mulia yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan landasan kasih sayang.

Beri Komentar